Dinas pengairan bersama kelompok tani setempat menggelar aksi pengerukan saluran air primer guna menjamin kelancaran pasokan air menuju ratusan hektar lahan persawahan. Pembersihan irigasi indrapuri difokuskan pada pengangkatan gulma eceng gondok, sampah kayu, serta endapan lumpur tebal yang menyumbat pintu pembagi air utama. Langkah gotong royong ini diambil sebagai persiapan memasuki musim tanam padi serentak agar seluruh petak sawah petani mendapatkan jatah air secara merata. Aliran air yang lancar sangat dibutuhkan untuk mempercepat proses pengolahan tanah persawahan sebelum bibit padi ditanam.
Pelaksanaan pengerukan pada alur irigasi indrapuri melibatkan satu unit alat berat ekskavator mini untuk mengeduk lumpur padat di dasar saluran air yang sulit dijangkau secara manual. Pengangkatan sedimen ini berhasil memperdalam dasar saluran, sehingga debit kapasitas tampung air meningkat pesat dibanding kondisi sebelum dibersihkan. Petugas pengatur pintu air juga memperbaiki katup pembuka air yang sempat mengalami kerusakan mekanis agar pembagian air ke saluran sekunder berjalan akurat. Sinergi antara petugas dinas dan kelompok tani membuat pengerjaan saluran selesai tepat sesuai jadwal target.
Lancarnya aliran air di sepanjang irigasi indrapuri memberikan rasa lega dan optimistis bagi para petani dalam menyambut musim tanam tahun ini. Pasokan air pasokan yang melimpah menjamin tanaman padi tidak akan mengalami kekeringan pada fase pertumbuhan awal yang sangat kritis. Risiko munculnya konflik antar sesama petani akibat berebut jatah air persawahan kini dapat dihindari secara efektif berkat sistem pembagian air yang transparan dan lancar. Produktivitas hasil panen padi daerah diproyeksikan akan mengalami peningkatan pesat berkat dukungan infrastruktur irigasi yang prima.
Kelompok tani mengimbau seluruh anggotanya untuk bersama-sama memelihara kebersihan sepanjang dinding saluran air dengan tidak membuang limbah pertanian atau sampah plastik ke dalam parit. Pengawasan berkala terhadap kondisi tanggul irigasi akan dilakukan oleh petugas pengamat air desa guna mengantisipasi ancaman kebocoran dinding tanggul. Perbaikan dinding saluran beton yang retak juga akan segera diusulkan kepada dinas terkait agar tidak ada air yang terbuang sia-sia di tengah jalan. Kesadaran merawat sarana bersama menjadi kunci sukses ketahanan pangan daerah.
Pemerintah daerah berjanji akan terus memprioritaskan pemeliharaan berkala infrastruktur irigasi pertanian di seluruh wilayah pusat produksi beras daerah. Program modernisasi jaringan pintu air berbasis digitalikasi juga mulai dirancang untuk meningkatkan efisiensi pendistribusian air persawahan secara presisi. Ketahanan pangan masyarakat daerah sangat bergantung pada kondisi fisik sarana irigasi sawah yang berfungsi secara optimal. Dengan jaringan irigasi yang tertata bersih dan lancar, para petani siap menggapai hasil panen raya secara melimpah ruah.
