Kue tradisional khas Aceh kini semakin diminati pasar luas seiring diluncurkannya program pengembangan sentra produksi jajanan kuliner di kawasan Lambaro, Kabupaten Aceh Besar. Pemerintah Kabupaten Aceh Besar meresmikan kawasan khusus terpadu yang memuat puluhan UMKM pembuat kuliner khas daerah seperti timphan, bhoi, keukarah, dan adee. Langkah strategis ini diambil guna melestarikan resep warisan leluhur sekaligus mendongkrak skala bisnis para pembuat kue tradisional agar mampu bersaing di pasar nasional maupun pasar ekspor. Sentra kuliner ini menjadi pusat perbelanjaan oleh-oleh favorit.
Melalui program pendampingan ini, para perajin kue tradisional diberikan bantuan peralatan memasak modern berbahan stainless steel, mesin pengemas hampa udara, serta pelatihan sanitasi pangan higienis. Penggunaan teknologi pengemasan modern terbukti mampu memanjangkan daya simpan kue tanpa mengubah rasa otentik dan tekstur khas kue tradisional Aceh. Selain itu, pendampingan mengenai standarisasi resep, sertifikasi halal dari LPPOM MUI, serta izin edar BPOM diberikan secara gratis untuk meningkatkan kepercayaan para konsumen. Kualitas mutu makanan kini sangat terjamin dan aman.
Pusat produksi dan penjualan kue tradisional di Lambaro ini tidak hanya menjadi surga kuliner bagi para pecinta jajanan khas daerah, melainkan juga menyerap ratusan tenaga kerja perempuan lokal. Ibu-ibu rumah tangga di sekitar Aceh Besar kini memiliki kesempatan untuk mendapatkan penghasilan mandiri dengan bergabung dalam kelompok usaha pembuatan kue harian. Penjualan produk jajanan ini melesat tajam, terutama saat memasuki musim liburan, peringatan hari besar keagamaan, dan acara pernikahan adat. Roda perekonomian masyarakat bawah berputar sangat cepat dan positif.
Pemasaran produk kuliner Lambaro kini juga telah menembus ranah digital melalui integrasi dengan berbagai platform e-commerce dan layanan antar makanan online. Para pembeli dari luar daerah Aceh kini dapat memesan kue khas Aceh favorit mereka dengan mudah dan menerimanya dalam keadaan tetap segar melalui pengiriman cepat. Pemerintah daerah secara rutin juga menyertakan produk-produk kue unggulan Aceh Besar ini dalam berbagai ajang pameran dagang dan promosi pariwisata di tingkat nasional. Citra rasa kuliner Nusantara semakin dikenal luas.
Pengembangan sentra produksi jajanan khas di Lambaro ini diharapkan dapat memperkuat posisi Kabupaten Aceh Besar sebagai destinasi wisata kuliner unggulan di Provinsi Aceh. Pemeliharaan cita rasa otentik yang dipadukan dengan manajemen pemasaran modern merupakan formula ampuh dalam menjaga kelestarian warisan budaya kuliner bangsa. Ke depan, kawasan ini akan dilengkapi dengan fasilitas dapur terbuka edukatif di mana para wisatawan dapat belajar membuat kue tradisional Aceh secara langsung. Warisan kuliner khas Serambi Mekkah kini terus lestari dan mendunia.
