Mengembangkan konsep agrowisata edukatif di atas lahan pertanian subur lereng pegunungan menempatkan program pengembangan sektor Budidaya Hortikultura Wisata sebagai alternatif rekreasi keluarga baru yang sangat populer dan produktif meningkatkan pendapatan sektor ekonomi kreatif di Kabupaten Aceh Besar. Kawasan agraris yang berbatasan langsung dengan ibu kota provinsi ini memiliki keunggulan mikroklimat cuaca yang sangat mendukung pertumbuhan aneka tanaman buah tropis berkualitas tinggi tanpa ketergantungan pada penggunaan pupuk kimia buatan. Pengunjung yang datang ke lokasi perkebunan tidak hanya disuguhkan pemandangan hijau yang indah semata, melainkan diajak berinteraksi langsung dalam proses panen pertanian modern.
Sensasi utama yang paling dinantikan oleh para pelancong urban saat memasuki area kebun buah organik ini adalah kebebasan untuk memilih, memetik, dan mencicipi buah segar langsung dari tangkai pohonnya secara mandiri bersama anak-anak tercinta. Dalam ekosistem Budidaya Hortikultura Wisata, varietas buah unggulan seperti rambutan aceh, jambu madu deli, buah naga merah, hingga jeruk manis ditanam menggunakan sistem penataan blok lahan yang rapi, bersih, serta dilengkapi jalur setapak yang ramah pejalan kaki. Petani pemilik lahan bertindak sebagai mentor edukasi yang dengan ramah membagikan wawasan mengenai teknik pembibitan pohon, metode pembuatan kompos alami, hingga trik pengendalian hama tanaman.
Keunggulan dari produk buah yang dipanen dari perkebunan organik mandiri ini adalah jaminan kesegaran cita rasa buah yang manis alami serta keamanan konsumsi pangan yang bebas dari residu bahaya cairan pestisida kimia beracun harian. Mengintegrasikan konsep Budidaya Hortikultura Wisata dengan fasilitas penunjang seperti area bermain anak tradisional, kedai jus buah segar ramah kantong, serta spot foto bertema pedesaan asri terbukti efektif menaikkan angka kunjungan pelancong domestik pada musim libur sekolah. Keuntungan finansial dari tiket masuk dan penjualan timbangan berat buah segar secara langsung dirasakan oleh kelompok tani lokal tanpa melalui perantara tengkulak besar.
Rutin mengadakan festival buah musiman serta menjalin kerja sama kemitraan bersama agen biro perjalanan wisata daerah akan memperluas cakupan pemasaran produk agrowisata ini hingga dikenal luas ke luar pulau Sumatra. Kedisiplinan pengelola dalam menjaga kebersihan lingkungan perkebunan serta melakukan rotasi masa tanam buah secara terencana akan menjaga keberlanjutan operasional kebun sepanjang tahun berjalan lancar bebas kendala ketersediaan buah harian. Menaruh perhatian besar pada kemajuan program Budidaya Hortikultura Wisata di Aceh Besar adalah langkah taktis strategis untuk melestarikan kesuburan tanah ulayat, mengedukasi generasi muda mencintai dunia pertanian, serta mewujudkan kemandirian ekonomi perdesaan yang tangguh makmur.
