Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh Timur menunjukkan respons cepat dan sigap dalam menangani laporan mengenai seekor gajah Sumatera (Elephas maximus sumatranus) yang mengalami sakit di wilayah Dusun Blang, Desa Seuneubok Bayu, Kecamatan Banda Alam, Kabupaten Aceh Timur. Tim medis BKSDA segera diterjunkan ke lokasi untuk memberikan pertolongan pertama dan penanganan intensif demi menyelamatkan satwa dilindungi tersebut.
Keberadaan gajah betina di Aceh Timur berusia sekitar 40 tahun yang sakit ini menjadi perhatian serius mengingat status konservasinya yang kritis. Tim BKSDA bergerak cepat setelah menerima informasi dan langsung melakukan asesmen kondisi gajah di lokasi. Berdasarkan pemeriksaan awal, gajah tersebut menunjukkan gejala tidak nafsu makan dan terdapat luka pada bagian kaki belakang sebelah kiri.
Upaya pengobatan langsung dilakukan oleh tim medis BKSDA di lokasi. Tindakan yang diberikan meliputi pemberian antibiotik, vitamin, dan obat penghilang rasa sakit. Tim juga melakukan pembersihan dan perawatan luka untuk mencegah infeksi lebih lanjut. Proses penanganan ini dilakukan dengan hati-hati dan mempertimbangkan kondisi fisik gajah yang sedang lemah.
Kepala BKSDA Aceh, Gunawan Alza, melalui keterangan tertulis yang diterima ANTARA pada Selasa (2/4/2024), menegaskan komitmen BKSDA dalam menjaga kelestarian satwa liar, termasuk gajah Sumatera. Beliau mengapresiasi respons cepat tim di lapangan dan berharap agar gajah yang sakit tersebut dapat segera pulih. BKSDA juga berkoordinasi dengan dokter hewan dan teknisi konservasi untuk memastikan penanganan yang optimal.
Kejadian ini menjadi pengingat akan pentingnya menjaga harmoni antara manusia dan satwa liar serta melindungi habitat alaminya. BKSDA Aceh mengimbau masyarakat untuk tidak mendekati atau mengganggu proses penanganan oleh tim medis. Dukungan masyarakat sangat berarti dalam upaya konservasi satwa liar di Aceh. BKSDA akan terus memantau perkembangan kondisi gajah yang sakit ini dan memberikan informasi terbaru kepada publik. Keselamatan dan kesehatan gajah Sumatera menjadi prioritas utama dalam tindakan konservasi ini.
BKSDA juga mengimbau masyarakat sekitar untuk memberikan informasi jika melihat gajah lain yang menunjukkan gejala sakit atau perilaku yang tidak biasa.
