Warga Aceh Besar Geger dengan Penemuan Kerangka Manusia Dalam Drum
Warga di sebuah perkebunan kelapa sawit di Kecamatan Seulimeum, Kabupaten Aceh Besar, digegerkan dengan penemuan kerangka manusia di dalam sebuah drum plastik berwarna biru. Penemuan mengerikan ini terjadi pada hari Minggu, 11 Mei 2025, sekitar pukul 10.00 WIB pagi. Saksi mata yang pertama kali penemuan kerangka tersebut adalah seorang pekerja kebun yang sedang membersihkan area perkebunan.
Menurut keterangan saksi, awalnya ia mencium bau menyengat yang tidak biasa di sekitar area tersebut. Setelah mencari sumber bau, ia menemukan sebuah drum tertutup yang tampak mencurigakan. Karena penasaran, saksi kemudian membuka drum tersebut dan langsung terkejut dengan penemuan kerangka manusia di dalamnya. Saksi kemudian segera melaporkan penemuan kerangka ini kepada mandor kebun yang selanjutnya menghubungi pihak kepolisian Sektor Seulimeum.
Kapolres Aceh Besar, AKBP Rendra Salipu, melalui Kasat Reskrim AKP Ferdian Chandra, membenarkan adanya kerangka manusia yang sudah kering di dalam sebuah drum di wilayah hukumnya. “Kami telah menerima laporan terkait drum berisikan kerangka manusia dan tim Inafis Polres Aceh Besar sudah berada di lokasi untuk melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP),” ujar AKP Ferdian Chandra saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon siang ini. Pihaknya menambahkan bahwa kondisi kerangka sudah tidak utuh dan diperkirakan telah berada di dalam drum dalam waktu yang cukup lama.
Saat ini, pihak kepolisian masih melakukan identifikasi terhadap kerangka manusia yang terdapat di dalam drum tersebut. Tim forensik dari Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Zainoel Abidin Banda Aceh juga telah diterjunkan ke lokasi untuk membantu proses identifikasi dan mencari tahu penyebab kematian korban. Polisi juga melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi di sekitar lokasi penemuan untuk mengumpulkan informasi yang dapat membantu mengungkap identitas korban dan pelaku (jika ada). Kasus penemuan kerangka manusia ini sontak membuat warga sekitar resah dan pihak kepolisian berjanji akan mengusut tuntas kasus ini hingga pelakunya tertangkap. Drum berisi kerangka tersebut telah dibawa ke RSUD Zainoel Abidin untuk pemeriksaan lebih lanjut.
