Hari: 26 April 2025

Inspiratif! Bisnis Sampingan Polisi di Aceh Raup Puluhan Juta Rupiah dari Bertani Melon

Inspiratif! Bisnis Sampingan Polisi di Aceh Raup Puluhan Juta Rupiah dari Bertani Melon

Kisah inspiratif datang dari Aceh, di mana seorang anggota Kepolisian Daerah (Polda) Aceh berhasil mengembangkan bisnis sampingan yang cukup menjanjikan. Bripka Rizky Maulana (32 tahun), anggota Polsek Lhoknga, Kabupaten Aceh Besar, membuktikan bahwa dengan ketekunan dan inovasi, anggota Polri juga bisa sukses di luar tugas pokoknya sebagai penegak hukum. Ia kini meraup keuntungan puluhan juta rupiah setiap bulannya dari bisnis sampingan bertani melon.

Bripka Rizky memulai bisnis sampingan bertani melon di atas lahan seluas satu hektar di kawasan Desa Meunasah Lambaro, Kecamatan Lhoknga. Awalnya, ia hanya mencoba-coba memanfaatkan lahan kosong milik keluarga. Namun, dengan belajar otodidak melalui berbagai sumber dan bantuan dari petani lokal, Bripka Rizky berhasil mengembangkan pertanian melonnya dengan hasil yang memuaskan.

“Awalnya memang iseng saja, memanfaatkan lahan yang ada. Tapi lama kelamaan saya tertarik dan serius menekuninya. Alhamdulillah, hasilnya lumayan untuk menambah penghasilan keluarga,” ujar Bripka Rizky saat ditemui di kebun melonnya pada Sabtu, 26 April 2025. Ia menambahkan bahwa dalam satu kali panen, ia mampu menghasilkan lebih dari 15 ton melon berkualitas super yang diminati pasar lokal di Banda Aceh dan sekitarnya.

Keberhasilan Bripka Rizky dalam bisnis sampingan bertani melon ini tidak lepas dari pemilihan bibit unggul, teknik perawatan yang tepat, serta pemanfaatan teknologi pertanian sederhana. Ia juga aktif menjalin kerjasama dengan para pedagang buah di pasar tradisional dan supermarket untuk memasarkan hasil panennya. Bahkan, beberapa kali ia mendapatkan pesanan dari luar kota.

Kapolsek Lhoknga, Inspektur Polisi Satu (Iptu) Muhammad Haris, mengapresiasi inisiatif dan kerja keras anggotanya dalam mengembangkan bisnis sampingan yang positif ini. “Apa yang dilakukan Bripka Rizky ini sangat menginspirasi. Selain menjalankan tugas pokok sebagai anggota Polri dengan baik, beliau juga mampu berinovasi dan memberikan contoh positif bagi masyarakat,” kata Iptu Haris. Pihak Polsek Lhoknga juga memberikan dukungan moril dan memfasilitasi Bripka Rizky dalam mengembangkan usahanya.

Keberhasilan Bripka Rizky ini membuktikan bahwa dengan kemauan dan kerja keras, setiap orang memiliki potensi untuk sukses di berbagai bidang, termasuk anggota Polri. Bisnis sampingan bertani melon yang dijalankannya tidak hanya meningkatkan kesejahteraan ekonominya, tetapi juga memberikan kontribusi positif bagi sektor pertanian di Aceh. Kisah Bripka Rizky diharapkan dapat menjadi motivasi bagi anggota Polri lainnya dan masyarakat luas untuk berani mencoba dan mengembangkan potensi diri di berbagai bidang usaha yang halal dan bermanfaat. Ia berencana untuk terus mengembangkan bisnis sampingan pertaniannya dengan menambah jenis tanaman hortikultura lainnya.

BKSDA Sigap Obati Gajah yang Sakit di Wilayah Aceh Timur

BKSDA Sigap Obati Gajah yang Sakit di Wilayah Aceh Timur

Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh Timur menunjukkan respons cepat dan sigap dalam menangani laporan mengenai seekor gajah Sumatera (Elephas maximus sumatranus) yang mengalami sakit di wilayah Dusun Blang, Desa Seuneubok Bayu, Kecamatan Banda Alam, Kabupaten Aceh Timur. Tim medis BKSDA segera diterjunkan ke lokasi untuk memberikan pertolongan pertama dan penanganan intensif demi menyelamatkan satwa dilindungi tersebut.

Keberadaan gajah betina di Aceh Timur berusia sekitar 40 tahun yang sakit ini menjadi perhatian serius mengingat status konservasinya yang kritis. Tim BKSDA bergerak cepat setelah menerima informasi dan langsung melakukan asesmen kondisi gajah di lokasi. Berdasarkan pemeriksaan awal, gajah tersebut menunjukkan gejala tidak nafsu makan dan terdapat luka pada bagian kaki belakang sebelah kiri.

Upaya pengobatan langsung dilakukan oleh tim medis BKSDA di lokasi. Tindakan yang diberikan meliputi pemberian antibiotik, vitamin, dan obat penghilang rasa sakit. Tim juga melakukan pembersihan dan perawatan luka untuk mencegah infeksi lebih lanjut. Proses penanganan ini dilakukan dengan hati-hati dan mempertimbangkan kondisi fisik gajah yang sedang lemah.

Kepala BKSDA Aceh, Gunawan Alza, melalui keterangan tertulis yang diterima ANTARA pada Selasa (2/4/2024), menegaskan komitmen BKSDA dalam menjaga kelestarian satwa liar, termasuk gajah Sumatera. Beliau mengapresiasi respons cepat tim di lapangan dan berharap agar gajah yang sakit tersebut dapat segera pulih. BKSDA juga berkoordinasi dengan dokter hewan dan teknisi konservasi untuk memastikan penanganan yang optimal.

Kejadian ini menjadi pengingat akan pentingnya menjaga harmoni antara manusia dan satwa liar serta melindungi habitat alaminya. BKSDA Aceh mengimbau masyarakat untuk tidak mendekati atau mengganggu proses penanganan oleh tim medis. Dukungan masyarakat sangat berarti dalam upaya konservasi satwa liar di Aceh. BKSDA akan terus memantau perkembangan kondisi gajah yang sakit ini dan memberikan informasi terbaru kepada publik. Keselamatan dan kesehatan gajah Sumatera menjadi prioritas utama dalam tindakan konservasi ini.

BKSDA juga mengimbau masyarakat sekitar untuk memberikan informasi jika melihat gajah lain yang menunjukkan gejala sakit atau perilaku yang tidak biasa.