Hari: 24 April 2025

Pilkada Aceh Ricuh: Pria Pembuat Onar di TPS Langsung Diciduk Polisi

Pilkada Aceh Ricuh: Pria Pembuat Onar di TPS Langsung Diciduk Polisi

Suasana pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak di Aceh sempat diwarnai kericuhan di salah satu Tempat Pemungutan Suara (TPS). Seorang pria yang bertindak sebagai pembuat onar diamankan petugas kepolisian setelah mengganggu jalannya proses pemungutan suara. Insiden ini terjadi di TPS 05, Desa Meunasah Krueng, Kecamatan Lhoknga, Kabupaten Aceh Besar, pada hari Rabu, 23 April 2025, sekitar pukul 11.00 WIB.

Menurut keterangan dari Ketua Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) TPS 05, Bapak Muzakir (40), pria yang kemudian diketahui berinisial AR (32) tersebut tiba-tiba datang ke TPS dengan nada bicara tinggi dan berusaha memprovokasi para pemilih. AR juga disebut-sebut mengeluarkan kata-kata kasar dan menuduh adanya kecurangan dalam proses pemungutan suara. Tindakan pembuat onar ini tentu saja membuat para pemilih dan petugas KPPS merasa tidak nyaman dan terganggu.

Petugas pengamanan TPS dari unsur kepolisian yang berjaga di lokasi dengan sigap langsung bertindak mengamankan pembuat onar tersebut. Sempat terjadi adu argumen singkat antara pelaku dan petugas, namun AR akhirnya berhasil diringkus dan dibawa keluar dari area TPS untuk menghindari gangguan yang lebih besar. Proses pemungutan suara sempat tertunda beberapa menit akibat kejadian ini, namun kemudian dapat dilanjutkan kembali setelah situasi kondusif.

Kapolsek Lhoknga, AKP Muhammad Rizal, membenarkan adanya penangkapan seorang pembuat onar di salah satu TPS di wilayah hukumnya. “Kami telah mengamankan seorang pria berinisial AR yang diduga melakukan tindakan provokasi dan mengganggu jalannya pemungutan suara di TPS 05 Desa Meunasah Krueng,” ujarnya saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon pada Rabu siang.

Lebih lanjut, AKP Muhammad Rizal menjelaskan bahwa pihaknya masih melakukan pemeriksaan intensif terhadap pelaku untuk mengetahui motif dari tindakannya. “Kami akan menindak tegas siapapun yang mencoba mengganggu kelancaran dan keamanan pelaksanaan Pilkada di wilayah Aceh Besar,” tegasnya. Pihaknya juga mengapresiasi tindakan cepat petugas pengamanan TPS dan masyarakat yang membantu menjaga ketertiban.

Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh melalui juru bicaranya, Bapak Tarmizi Age, menyesalkan terjadinya insiden tersebut. Ia mengimbau kepada seluruh masyarakat Aceh untuk tetap tenang dan tidak terprovokasi oleh pihak-pihak yang ingin mengacaukan jalannya pesta demokrasi. KIP Aceh juga mengapresiasi kinerja aparat keamanan yang bertindak cepat dalam menangani pembuat onar sehingga proses pemungutan suara dapat kembali berjalan lancar. Insiden ini diharapkan menjadi pelajaran bagi semua pihak untuk menghormati proses demokrasi dan menjaga ketertiban selama pelaksanaan Pilkada.

Waspada Ular Berbisa! Kenali 5 Spesies Mematikan yang Ada di Indonesia

Waspada Ular Berbisa! Kenali 5 Spesies Mematikan yang Ada di Indonesia

Keindahan alam Indonesia menyimpan berbagai macam flora dan fauna, termasuk beberapa jenis ular berbisa yang keberadaannya patut diwaspadai. Mengenali ciri-ciri dan habitat ular-ular ini penting untuk mencegah gigitan yang berpotensi membahayakan nyawa. Berikut 5 ular berbisa yang perlu Anda waspadai di berbagai daerah Indonesia:

1. Ular Welang (Bungarus candidus): Ular dengan ciri khas belang hitam putih ini memiliki bisa neurotoksin yang sangat kuat, menyerang sistem saraf. Gigitannya seringkali tidak terlalu menyakitkan di awal, namun dapat menyebabkan kelumpuhan otot pernapasan yang fatal jika tidak segera ditangani. Ular welang aktif di malam hari dan sering ditemukan di area persawahan, perkebunan, dan pemukiman di Jawa, Bali, dan Sumatera.

2. Ular Weling (Bungarus fasciatus): Mirip dengan welang namun memiliki belang kuning hitam. Bisanya juga neurotoksin dan sangat mematikan. Weling lebih sering ditemukan di area lembab, hutan bambu, dan dekat perairan di Jawa, Bali, Sumatera, dan Kalimantan. Aktif di malam hari, ular ini cenderung tidak agresif namun tetap berbahaya jika merasa terancam.

3. Kobra Jawa (Naja sputatrix): Ular ikonik dengan kemampuan memipihkan lehernya ini memiliki bisa sitotoksin dan neurotoksin. Gigitannya menyebabkan rasa sakit hebat, pembengkakan, dan kerusakan jaringan lokal, serta dapat berujung pada kelumpuhan dan kematian. Kobra Jawa tersebar luas di Jawa, Bali, dan beberapa pulau kecil lainnya, sering ditemukan di area terbuka, perkebunan, dan pemukiman.

4. Ular Tanah (Calloselasma rhodostoma): Ular berwarna cokelat kemerahan dengan pola segitiga ini memiliki bisa hemotoksin yang merusak sel darah dan menyebabkan pendarahan hebat. Gigitannya sangat menyakitkan dan dapat menyebabkan komplikasi serius. Ular tanah banyak ditemukan di perkebunan karet, sawit, dan area bersemak di Sumatera, Jawa, Kalimantan, dan Sulawesi.

5. Bandotan Berbisa (Daboia siamensis): Ular tambun dengan pola rumit ini memiliki bisa hemotoksin yang sangat kuat, menyebabkan pendarahan hebat, kerusakan organ, dan bahkan gagal ginjal. Gigitannya sangat berbahaya dan memerlukan penanganan medis segera. Bandotan berbisa tersebar di Jawa, Bali, dan beberapa pulau lainnya, sering ditemukan di area kering, perkebunan, dan persawahan.